Kutip.id,Jakarta, CNN Indonesia Bandara Internasional Dubai (DXB) kembali menegaskan posisinya sebagai bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional sepanjang 2025. Status ini dipertahankan setelah bandara tersebut membukukan rekor pergerakan penumpang yang impresif.
Otoritas setempat mencatat sebanyak 95,2 juta penumpang melewati terminal DXB sepanjang tahun, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang solid di Uni Emirat Arab (UEA). Capaian ini mencerminkan tingginya mobilitas global serta peran strategis Dubai sebagai simpul perjalanan internasional.
Mengutip VN Express, peningkatan jumlah penumpang tak lepas dari pulihnya minat bepergian pascapandemi. Selain itu, daya tarik Dubai di sektor pariwisata, bisnis, hingga properti turut memperkuat arus kedatangan dan keberangkatan internasional.
Pada Senin (23/2), otoritas Dubai melaporkan jumlah kunjungan wisatawan naik 5 persen menjadi 19,6 juta orang. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi yang berhasil dicapai selama tiga tahun berturut-turut.
Bandara yang dikelola pemerintah ini juga menjadi basis utama maskapai jarak jauh Emirates, tulang punggung jaringan bisnis yang kerap disebut sebagai “Dubai Inc”. CEO Dubai Airports, Paul Griffiths, menegaskan bahwa lonjakan lalu lintas penumpang yang memecahkan rekor kini telah menjadi bagian dari “realitas operasional” sehari-hari, bukan lagi fenomena luar biasa.
Dari sisi destinasi, India masih menjadi pasar terbesar dengan total 11,9 juta penumpang dari dan menuju Dubai sepanjang tahun lalu. Arab Saudi menyusul dengan 7,5 juta penumpang, diikuti Inggris sebanyak 6,3 juta penumpang. Secara keseluruhan, DXB melayani 108 maskapai dengan rute ke 291 kota di 110 negara.
Namun, pertumbuhan pesat ini juga memunculkan tantangan. Kemacetan lalu lintas yang semakin padat serta meningkatnya biaya hidup mulai dirasakan warga lokal maupun ekspatriat yang menjadi penggerak utama ekonomi kota.
Sebagai solusi jangka panjang atas kepadatan tersebut, pemerintah Dubai berencana mengalihkan seluruh operasional bandara utama ke Bandara Internasional Al Maktoum. Bandara yang berlokasi sekitar 45 kilometer dari pusat kota ini diproyeksikan memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk mengakomodasi pertumbuhan penumpang di masa mendatang.





