Kutim Genjot Vaksinasi Ternak, Target Kembalikan Populasi 24 Ribu Sapi

No comments

Kutip.id Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mempercepat program vaksinasi dan pengendalian penyakit hewan ternak guna memulihkan populasi sapi yang sempat anjlok akibat wabah penyakit dalam beberapa tahun terakhir.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim mencatat populasi sapi yang sebelumnya mencapai sekitar 24 ribu ekor kini masih berada di kisaran 15 ribu ekor. Penurunan tersebut terjadi setelah banyak ternak terserang penyakit menular saat masa pandemi COVID-19.

Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, drh Mutia, mengatakan pemerintah kini fokus melakukan vaksinasi secara masif untuk menekan penyebaran penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penyakit kulit benjol, hingga jembrana.

“Wabah penyakit beberapa tahun lalu sangat berdampak terhadap peternak dan menyebabkan populasi sapi menurun cukup drastis. Sekarang kami fokus memulihkan kembali jumlah ternak melalui vaksinasi dan pengawasan kesehatan hewan,” ujarnya di Sangatta, Kamis.

Menurut Mutia, jumlah populasi sapi saat ini mulai menunjukkan peningkatan dibanding dua tahun sebelumnya yang hanya berkisar 13 hingga 14 ribu ekor. Pemerintah optimistis angka tersebut bisa terus bertambah jika pengendalian penyakit berjalan maksimal.

Upaya pemulihan juga diperkuat melalui Program Desa Korporasi Ternak (PDKT) yang dijalankan sejak 2024 di sejumlah kecamatan seperti Teluk Pandan, Muara Wahau, dan Kaubun. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian peternak sekaligus memperkuat pasokan daging lokal di Kutai Timur.

Kebutuhan daging sapi dan kerbau di Kutim sendiri mencapai sekitar 1.200 hingga 1.250 ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, daerah ini memerlukan sedikitnya 6 ribu ekor sapi potong setiap tahunnya.

Meski populasi ternak mulai membaik, pemerintah menilai kondisi saat ini belum ideal karena sebagian besar sapi masih berupa indukan, anak sapi, maupun ternak dalam masa penggemukan sehingga belum siap dipotong.

Selain vaksinasi, Pemkab Kutim juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok peternak agar lebih mandiri dan mampu menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan populasi sapi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Also Read

Bagikan: