Kutip.id, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati hasil pemilihan umum sebagai bagian dari komitmen terhadap sistem demokrasi yang telah disepakati bersama. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan kegaduhan yang menghambat pembangunan.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya pernah empat kali gagal memenangkan pemilihan presiden. Namun, ia mengaku tetap menghormati hasil demokrasi dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu pemerintahan yang memperoleh mandat dari rakyat.
“Saya maju lima kali meminta mandat kepada rakyat. Empat kali saya kalah, tetapi saya tetap menghormati pemimpin yang terpilih,” ujarnya.
Prabowo menilai demokrasi merupakan mekanisme yang memberikan hak kepada rakyat untuk menentukan pemimpin. Karena itu, setiap pihak harus siap menerima hasil pemilu, termasuk ketika hasil tersebut tidak sesuai harapan.
Menurutnya, sikap terus memperdebatkan hasil pemilihan hanya akan menguras energi bangsa dan menghambat fokus terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau setiap selesai pemilu yang kalah terus membuat kegaduhan, kapan kita bisa fokus membangun dan menyejahterakan rakyat?” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa seluruh pemimpin, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kemampuan serta pengetahuan memiliki tanggung jawab untuk mengabdikan diri kepada kepentingan bangsa.
Ia menekankan bahwa tujuan utama penyelenggaraan negara adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama kelompok masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Prabowo berharap seluruh komponen bangsa dapat mengedepankan persatuan dan bekerja sama demi mempercepat pembangunan nasional, dibanding terus terjebak dalam perdebatan politik yang berkepanjangan.




