Kutip.id,Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo guna memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga setelah lonjakan pasien pasca-libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungannya, Rudy meninjau sejumlah area vital rumah sakit, seperti ruang tunggu, klinik spesialis, hingga ruang rawat inap. Ia menyoroti pentingnya kenyamanan pasien sekaligus efisiensi layanan, terutama di tengah peningkatan jumlah kunjungan.
Salah satu perhatian utama adalah penumpukan antrean pasien peserta BPJS Kesehatan. Gubernur meminta manajemen rumah sakit segera melakukan pembenahan sistem antrean agar pelayanan menjadi lebih cepat dan tertib.
“Antrean BPJS masih sering dikeluhkan masyarakat. Ini harus segera diperbaiki supaya layanan tetap optimal,” ujarnya.
Selain itu, Rudy juga memastikan fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan di area tunggu berfungsi dengan baik demi kenyamanan pasien dan keluarga.
Pelaksana tugas Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Ahmad Jais, mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pasien sebesar 30 hingga 40 persen setelah masa libur Lebaran. Lonjakan ini paling terasa pada layanan rawat jalan dan pasien rujukan.
Meski demikian, layanan medis tetap berjalan sesuai jadwal. Di Klinik Onkologi, dokter spesialis bedah onkologi dr. Wilian memastikan seluruh tindakan tetap dilakukan tepat waktu dengan dukungan tim medis yang siaga.
Dalam sidak tersebut, Gubernur juga meninjau progres pembangunan gedung jantung terpadu yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas hingga 100 tempat tidur untuk menangani kasus kardiovaskular yang menjadi penyakit terbanyak di Kalimantan Timur.
Pemerintah provinsi, lanjut Rudy, akan memprioritaskan penguatan sumber daya manusia, khususnya penambahan dokter spesialis jantung. RSUD Kanujoso Djatiwibowo bahkan ditargetkan naik kelas menjadi rumah sakit jantung tipe A.
Langkah sidak ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam memastikan layanan kesehatan tetap responsif, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama setelah periode libur panjang yang kerap memicu lonjakan pasien.





