Kutip.id, CNN Indonesia – Jakarta pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas konsumsi energi di tengah ketidakpastian global. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penerapan sistem kerja empat hari dalam seminggu guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
Menurut Bahlil, situasi geopolitik internasional yang memanas membuat pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario kebijakan. Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memengaruhi pasokan serta harga energi global.
“Belum ada keputusan final. Dalam kondisi global yang tidak stabil seperti sekarang, pemerintah harus menyiapkan berbagai alternatif,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan kajian menyeluruh terkait dampak kebijakan tersebut terhadap produktivitas, aktivitas ekonomi, serta kebutuhan energi nasional.
Sebelumnya, langkah serupa telah diterapkan di Filipina. Pemerintah Filipina memutuskan menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan sebagai respons terhadap dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan kebijakan itu bertujuan melindungi masyarakat dari lonjakan biaya energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.
“Kita tidak memilih untuk terlibat dalam perang ini, tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyat Filipina dari dampaknya,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin (9/3) dan diterapkan di kantor-kantor pemerintahan. Namun, aturan ini tidak mencakup sektor layanan publik penting seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.
Lonjakan harga energi global dipicu oleh penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga gangguan operasionalnya memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi internasional.
Pemerintah Indonesia kini terus memantau perkembangan situasi global sambil menyiapkan kebijakan yang dinilai paling tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan energi dalam negeri.





