Jabatan Kabais TNI Diserahkan Usai Kasus Air Keras Aktivis, Ini Respons Resmi TNI

No comments

Kutip.id,Jakarta – Mabes TNI akhirnya mengambil langkah penting menyusul kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengumumkan telah dilakukan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) yang sebelumnya dipegang oleh Yudi Abrimantyo.

Pernyataan itu disampaikan di Balai Wartawan Mabes TNI, Jakarta, Rabu. Namun, Aulia tidak merinci apakah penyerahan jabatan tersebut berkaitan langsung dengan pencopotan atau hanya rotasi internal.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujarnya singkat.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan keterlibatan anggota militer. TNI pun menegaskan komitmennya untuk tidak mentoleransi pelanggaran hukum di internal institusi.

Menurut Aulia, setiap prajurit yang terbukti melanggar akan diproses tegas melalui mekanisme hukum yang berlaku, mulai dari peradilan militer, hukuman disiplin, hingga pemecatan tidak hormat.

Sementara itu, Pusat Polisi Militer TNI telah mengamankan empat prajurit yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mereka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, menyebut keempatnya merupakan anggota Denma BAIS TNI dari unsur angkatan laut dan angkatan udara. Saat ini, mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Perkembangan ini menambah tekanan publik terhadap transparansi penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis. Hingga kini, masyarakat masih menunggu kejelasan motif serta proses hukum yang berjalan di tubuh TNI.

Also Read

Bagikan: