Kutip.id,Penajam Paser Utara – Rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diperkirakan membutuhkan anggaran besar hingga Rp1,2 triliun. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur vital penunjang konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat akses transportasi ke IKN sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah penyangga.
Jembatan Sungai Riko nantinya akan menghubungkan jalur pendekat menuju Jembatan Pulau Balang dengan sejumlah kawasan penting, mulai dari Pantai Lango, Gersik, Jenebora, hingga Buluminung dan Penajam. Selain memperlancar mobilitas ke IKN, jalur ini juga membuka akses menuju kawasan industri Buluminung serta Pelabuhan Benuo Taka.
Meski proyek ini menjadi prioritas, pemerintah daerah mengakui keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, pembangunan jembatan akan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan dana sekitar Rp8 miliar untuk evaluasi dokumen perencanaan teknis (DED) dan studi kelayakan awal. Proses tersebut kini telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu tahun.
Hasil kajian itu nantinya akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
Secara desain, jembatan ini akan memiliki bentang utama sepanjang 500 meter, dilengkapi dengan jembatan pendekat sekitar satu kilometer. Infrastruktur tambahan ini diperlukan mengingat kondisi wilayah yang didominasi lahan rawa.
Pembangunan Jembatan Sungai Riko diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas menuju IKN, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di kawasan sekitar.




