Tragedi KRL Bekasi Timur Korban Didominasi Meninggal Akibat Terjepit

No comments

Kutip.id,Jakarta – Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Stasiun Bekasi Timur akhirnya dinyatakan selesai. Badan SAR Nasional mengungkap fakta memilukan di balik insiden tabrakan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Kepala Basarnas Muhammad Syafii menyebut sebagian besar korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi terjepit material gerbong. Kondisi serupa juga dialami sejumlah korban selamat yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

Menurut Syafii, sedikitnya lima korban selamat yang berhasil diselamatkan juga berada dalam posisi terjepit saat proses evakuasi berlangsung. Situasi inilah yang membuat tim SAR tidak bisa melakukan penarikan langsung terhadap rangkaian lokomotif karena berisiko memperburuk kondisi korban.

Benturan keras antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line menyebabkan struktur lokomotif masuk ke dalam salah satu gerbong, sehingga menyulitkan proses penyelamatan. Tim SAR pun harus melakukan teknik ekstrikasi secara hati-hati agar korban tidak mengalami luka tambahan.

Syafii menegaskan seluruh proses evakuasi telah tuntas pada pukul 08.00 WIB dan tidak ada lagi korban yang ditemukan di dalam rangkaian kereta. Seluruh personel SAR juga telah dikembalikan ke satuan masing-masing.

Sementara itu, PT KAI melalui Direktur Utama Bobby Rasyidin menyampaikan data akhir korban dalam insiden tersebut, yakni 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai langkah lanjutan, PT KAI masih membuka posko darurat di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur selama 14 hari ke depan untuk membantu keluarga korban serta memberikan layanan informasi dan bantuan medis.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi sorotan serius terkait keselamatan perjalanan kereta api di Indonesia.

Also Read

Bagikan: