Kutip.id, Antara-Tenggarong pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menyiagakan sebanyak 161.243 personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengamanan tersebut dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dalam operasi kepolisian dengan sandi Operasi Ketupat Mahakam 2026.
Kapolres Kutai Kartanegara, Khairul Basyar, menjelaskan bahwa personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar.
Pernyataan tersebut disampaikan saat apel gelar pasukan yang digelar di halaman Polres Kutai Kartanegara, Kamis.
Menurut Khairul, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Lebaran. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengawasan antara lain masjid, tempat pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, serta berbagai lokasi strategis lainnya.
Selain penjagaan di lokasi-lokasi tersebut, kepolisian juga menyiapkan langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama periode mudik hingga arus balik. Skema yang disiapkan meliputi penerapan sistem one way dan contra flow di titik-titik tertentu guna memperlancar arus kendaraan.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan patroli di sejumlah kawasan yang dianggap rawan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti tindak kejahatan konvensional, aksi balap liar, maupun konflik antar kelompok masyarakat.
Khairul turut mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar memanfaatkan layanan kepolisian yang tersedia, termasuk fasilitas penitipan kendaraan di kantor polisi guna menambah rasa aman selama perjalanan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, yang hadir dalam apel tersebut menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah pengamanan yang dilakukan aparat.
Ia menilai kesiapan personel dan sarana prasarana yang ditunjukkan dalam gelar pasukan ini menjadi bentuk komitmen bersama lintas sektor untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman.
Apel gelar pasukan tersebut juga menjadi ajang pengecekan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kutai Kartanegara.





