Kaltim Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh untuk Tekan Angka Stunting

No comments

Kutip.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Kemendukbangga/BKKBN menargetkan ribuan relawan dan mitra terlibat dalam upaya pencegahan stunting pada 2026. Langkah ini dilakukan guna menurunkan prevalensi stunting di Kaltim dari 22,2 persen menjadi 18,4 persen.

Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Publik Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Kaltim, Sitti Mayasari Hamzah mengatakan program tersebut dijalankan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat agar pencegahan stunting bisa dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya di Samarinda.

Dalam program itu, para orang tua asuh akan membantu keluarga berisiko stunting melalui pemberian makanan bergizi, vitamin bagi ibu hamil dan menyusui, hingga pendampingan kesehatan anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Selain bantuan gizi, program juga mencakup edukasi pola asuh, sanitasi, akses air bersih, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga dukungan ekonomi keluarga agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Target partisipasi tahun 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Para orang tua asuh berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, tokoh masyarakat, perusahaan swasta, komunitas sosial, hingga relawan individu.

Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan target keterlibatan tertinggi, disusul Paser dan Kutai Timur.

BKKBN Kaltim menilai pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan, dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Selain Program Genting, pemerintah juga menjalankan sejumlah program pendukung lain seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan program Lansia Berdaya sebagai bagian dari penguatan pembangunan keluarga di daerah.

Also Read

Bagikan: