Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

No comments

Kutip.id,Jakarta – Pemerintah memproyeksikan aktivitas mudik Idulfitri 2026 akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Fenomena mudik yang masif dan terjadwal dianggap mampu memberi efek berganda terhadap sektor riil, termasuk UMKM, perdagangan, dan transportasi.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian RI, Haryo Limanseto, menyatakan setiap pengeluaran pemudik berkontribusi pada perputaran uang yang lebih merata di berbagai wilayah, sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku ekonomi lokal. “Mudik Idulfitri telah terbukti menjadi instrumen penguatan ekonomi yang konsisten,” ujarnya.

Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, aktivitas mudik menyumbang sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahunan, seiring redistribusi aliran uang dari pusat aktivitas ke daerah. Konsumsi rumah tangga meningkat 15–20 persen selama libur Lebaran, dengan pendapatan UMKM daerah bisa naik hingga 50–70 persen.

Untuk 2026, pemerintah optimistis tren ini akan meningkat, mengingat pada Idulfitri 2025, pergerakan masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Peningkatan mobilitas diproyeksikan mendukung target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5–5,6 persen.

Berbagai kebijakan stimulus turut mendukung proyeksi ini, antara lain alokasi fiskal Rp12,8 triliun, bantuan sosial Rp11,92 triliun untuk 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat, serta diskon transportasi senilai Rp911,16 miliar. Selain itu, pemerintah terus menurunkan biaya tiket transportasi, harga avtur, serta menyediakan program mudik gratis.

Inovasi Work From Anywhere (WFA) bagi ASN juga memberikan dampak positif. Pemudik yang tetap bekerja dari kampung halaman memiliki waktu lebih panjang untuk beraktivitas dan berbelanja, sehingga meningkatkan perputaran uang di daerah.

Haryo menambahkan, meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Kebijakan tidak menaikkan harga BBM juga menjaga daya beli masyarakat. Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah optimistis aktivitas ekonomi Idulfitri 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Also Read

Bagikan: