Kutip.id,Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung rencana perubahan struktur kelembagaan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema demutualisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola bursa sekaligus membuka peluang pengembangan pasar modal Indonesia ke level yang lebih kompetitif.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan transformasi tersebut diharapkan membuat BEI lebih fleksibel dalam berkembang seperti bursa-bursa besar di dunia.
“Tujuannya untuk perbaikan tata kelola dan bagaimana bursa bisa tumbuh lebih besar ke depan,” ujar Friderica di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/5).
Saat ini, status BEI masih berbasis keanggotaan, di mana kepemilikan dan pengelolaan berada di tangan perusahaan sekuritas anggota bursa. Melalui demutualisasi, struktur tersebut berpotensi berubah menjadi entitas yang sahamnya dapat dimiliki publik atau investor strategis.
Menurut Friderica, pembahasan terkait skema perubahan tersebut masih berlangsung antara pemerintah dan DPR. Karena itu, detail mekanisme maupun bentuk akhir kelembagaan BEI belum dapat diumumkan.
Meski masih dalam tahap pembahasan, isu demutualisasi mulai menarik perhatian pelaku pasar karena dinilai dapat membuka peluang investasi baru di sektor pasar modal nasional.
Salah satu pihak yang disebut berpotensi masuk sebagai pemegang saham BEI adalah Danantara Indonesia. CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya menyatakan pihaknya terbuka untuk ikut memiliki saham bursa apabila proses demutualisasi resmi dijalankan.
Rosan mengatakan berbagai opsi masih dikaji, termasuk kemungkinan masuk melalui skema penawaran umum perdana saham (IPO) atau model investasi lainnya.
Pengamat pasar menilai demutualisasi dapat menjadi momentum modernisasi BEI, terutama untuk meningkatkan transparansi, efisiensi bisnis, dan daya saing regional. Model serupa telah diterapkan di sejumlah bursa global seperti Singapore Exchange dan London Stock Exchange.
Jika terealisasi, perubahan ini diperkirakan akan menjadi salah satu reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.





