Kutip.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat program peningkatan keterampilan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran di daerah. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah “Kukar Siap Kerja” yang fokus menyiapkan tenaga terampil sesuai kebutuhan industri.
Bupati Aulia Rahman Basri mengatakan program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pekerjaan, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri melalui pendampingan kewirausahaan.
“Pemerintah daerah ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujarnya di Tenggarong.
Hingga akhir 2024, lebih dari 4.000 warga telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi kompetensi. Pemerintah menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi 6.000 orang pada 2026.
Peserta program diprioritaskan bagi warga dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setiap tahun, sekitar 1.200 peserta mengikuti berbagai pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.
Pelatihan yang diberikan mencakup operator alat berat, pengelasan, teknik listrik, otomotif, konstruksi, hingga sektor perkebunan dan pertanian. Pemerintah daerah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan lulusan pelatihan memiliki peluang kerja lebih besar.
Menurut Pemkab Kukar, sektor teknik dan pertambangan menjadi bidang dengan tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi, mencapai lebih dari 90 persen. Sementara sektor perkebunan dan konstruksi juga menunjukkan permintaan tenaga kerja yang terus meningkat seiring pembangunan daerah dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain pelatihan kerja, pemerintah juga menghadirkan Klinik Wirausaha Mandiri untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha kecil dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pemkab Kukar mencatat angka pengangguran daerah mengalami penurunan dari 4,4 persen pada 2025 menjadi 3,85 persen pada 2026. Pemerintah berharap tren tersebut terus membaik melalui penguatan pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.




