Kutip.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman meski mendapat sorotan dari media internasional terkait sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Purbaya, pemerintah tetap menjaga disiplin anggaran dengan defisit fiskal yang masih terkendali di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Defisit anggaran Indonesia masih terjaga dan kondisi utang pemerintah relatif aman dibanding banyak negara lain,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/5).
Ia juga membandingkan posisi fiskal Indonesia dengan sejumlah negara Eropa yang memiliki rasio utang dan defisit lebih tinggi. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat menghadapi tekanan global.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kritik media internasional The Economist yang menilai sejumlah program pemerintah berpotensi membebani keuangan negara dan memengaruhi stabilitas ekonomi.
Dalam laporannya, media tersebut menyoroti kebutuhan anggaran besar untuk program MBG dan pembangunan puluhan ribu koperasi desa. Selain itu, pelemahan rupiah, potensi kenaikan subsidi energi, serta perlambatan penerimaan negara juga disebut menjadi tantangan ekonomi Indonesia ke depan.
Purbaya menilai kritik tersebut merupakan bagian dari dinamika penilaian global, namun pemerintah tetap optimistis terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Ia memastikan pemerintah terus menghitung risiko fiskal secara hati-hati, termasuk menjaga stabilitas utang dan belanja negara.
Pemerintah saat ini juga fokus memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik melalui program peningkatan konsumsi masyarakat, penguatan desa, dan pembangunan sektor pangan serta energi.




