PDIP Soroti Pernyataan Prabowo soal Dolar, Nilai Rupiah Dinilai Tetap Pengaruhi Warga Desa

No comments

Kutip.id, Ketua DPP PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR, Komarudin Watubun, menilai pelemahan nilai tukar rupiah tetap berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa, meskipun transaksi sehari-hari tidak menggunakan dolar AS.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat pedesaan tidak terlalu terpengaruh fluktuasi dolar karena fokus pada kebutuhan pokok.

Menurut Komarudin, hubungan antara kurs rupiah dan harga kebutuhan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga berbagai barang dan jasa berpotensi ikut meningkat, mulai dari bahan bakar hingga kebutuhan pangan.

“Kalau rupiah turun, efeknya pasti terasa ke harga barang. Pada akhirnya masyarakat bawah juga yang merasakan dampaknya,” kata Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan.

Ia menjelaskan banyak komoditas penting di Indonesia masih bergantung pada impor atau dipengaruhi harga global, seperti BBM, gandum, produk elektronik, hingga bahan baku industri makanan. Kondisi itu membuat perubahan kurs dolar ikut memicu kenaikan biaya distribusi dan harga jual di pasar.

Komarudin juga menilai kondisi masyarakat desa saat ini sudah jauh berubah dibanding masa lalu. Aktivitas ekonomi warga desa disebut semakin terhubung dengan pasar nasional maupun internasional, termasuk melalui sektor perdagangan dan usaha berbasis digital.

“Masyarakat desa sekarang bukan seperti dulu. Informasi cepat masuk, aktivitas ekonomi juga sudah luas. Jadi perubahan ekonomi global tetap berpengaruh,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pelemahan rupiah tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kebutuhan dasar masyarakat Indonesia masih terjaga. Ia mencontohkan warga desa yang disebut tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan bahwa kondisi pangan dan energi nasional masih dalam situasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perdebatan mengenai dampak pelemahan rupiah kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Also Read

Bagikan: