Kutip.id, Presiden Prabowo Subianto menegaskan penguatan ketahanan pangan dan percepatan swasembada menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di masa depan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI. Menurutnya, pengalaman dunia menghadapi pandemi, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok pangan menunjukkan pentingnya kemandirian sektor pangan.
Prabowo menilai banyak negara yang sempat membatasi ekspor pangan ketika terjadi krisis global. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga dan terganggunya pasokan pangan di berbagai negara, sehingga Indonesia perlu memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.
Pemerintah kemudian mendorong peningkatan produksi pertanian dan memperbesar cadangan pangan nasional. Upaya tersebut disebut telah menghasilkan peningkatan stok beras pemerintah yang terus bertambah dalam beberapa bulan terakhir.
Selain menjamin kebutuhan pangan masyarakat, sektor pertanian juga dinilai memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Kinerja ekspor komoditas pertanian dan perkebunan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa negara.
Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen utama minyak kelapa sawit dunia. Komoditas tersebut masih menjadi penyumbang penting bagi perdagangan luar negeri dan mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat industri pupuk dalam negeri untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Produksi yang meningkat bahkan disebut mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus membantu pasokan ke sejumlah negara lain.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya akan mempercepat berbagai program strategis, mulai dari peningkatan luas tanam, perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, hingga penguatan hilirisasi sektor pertanian.
Menurut Amran, peningkatan produksi dan cadangan pangan yang terjadi saat ini menunjukkan berbagai kebijakan yang dijalankan mulai memberikan hasil. Pemerintah berharap momentum tersebut dapat terus dijaga untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.





