Kutip.id,Samarinda – Taman Nasional Kutai terus memperkuat perannya sebagai kawasan konservasi penting di Kalimantan Timur dengan menjaga keberlangsungan hidup ratusan spesies fauna, termasuk sejumlah satwa yang berstatus terancam punah.
Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Syaiful Bahri, menyebut kawasan konservasi tersebut saat ini menjadi habitat bagi sedikitnya 324 spesies fauna. Jumlah itu terdiri dari 90 jenis mamalia, 196 spesies kupu-kupu, serta 38 jenis fauna yang hidup di kawasan gua.
Di antara satwa yang menjadi prioritas perlindungan adalah orangutan Kalimantan timur laut, bekantan, dan banteng Kalimantan. Ketiga satwa tersebut memiliki populasi yang terus mendapat perhatian karena menghadapi ancaman terhadap habitat alaminya.
Untuk meningkatkan efektivitas pemantauan satwa liar, pengelola taman nasional memanfaatkan teknologi modern berupa drone termal dan kamera jebak. Peralatan tersebut membantu petugas memantau aktivitas satwa di area hutan yang luas dan sulit dijangkau.
Penggunaan kamera jebak bahkan berhasil merekam kembali keberadaan sejumlah satwa langka yang jarang terlihat, termasuk macan dahan. Selain itu, alat pemantauan juga mendokumentasikan aktivitas berbagai jenis burung khas Kalimantan yang menjadi indikator penting kesehatan ekosistem hutan.
Upaya konservasi tidak hanya dilakukan oleh Balai TNK. Pengelola juga menggandeng sejumlah lembaga konservasi untuk memperkuat perlindungan satwa liar. Salah satunya melalui kajian kelayakan habitat bagi pelepasliaran orangutan yang telah menjalani proses rehabilitasi sebelum dikembalikan ke alam bebas.
Kerja sama lainnya dilakukan untuk mendukung perlindungan banteng Kalimantan yang populasinya semakin terbatas di alam liar. Program ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan spesies langka tersebut di kawasan hutan Kutai.
Selain fokus pada pelestarian satwa, Taman Nasional Kutai juga melibatkan masyarakat sekitar dalam menjaga kawasan hutan. Melalui pengembangan wisata berbasis konservasi dan program perhutanan sosial, warga didorong menjadi bagian dari upaya perlindungan lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi berkelanjutan.
Dengan luas mencapai lebih dari 193 ribu hektare dan didominasi hutan tropis dipterokarpa, Taman Nasional Kutai menjadi salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati Kalimantan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa endemik Indonesia.




