Kutip.id, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan melalui kebebasan akademik, bukan arena yang dipenuhi konflik atau kepentingan di luar dunia pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri di Jakarta, Minggu (28/6).
Menurut Presiden, kampus memiliki fungsi utama sebagai tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan perdebatan ilmiah yang sehat. Perbedaan pandangan dinilai wajar selama disampaikan dalam koridor akademik untuk memperkaya ilmu pengetahuan.
“Kampus merupakan ruang bertemunya berbagai pemikiran, tempat ide dan inovasi berkembang melalui kebebasan akademik,” ujar Prabowo.
Ia mengingatkan agar lingkungan perguruan tinggi tetap berfokus pada pengembangan riset, sains, dan teknologi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Karena itu, kampus diharapkan tidak kehilangan jati dirinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian.
Prabowo juga menilai perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, seluruh elemen bangsa tetap perlu menjaga persatuan serta mengedepankan kepentingan nasional.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya tanggung jawab moral kalangan akademisi terhadap masyarakat. Ia menyebut hasil riset, inovasi, dan pendidikan tinggi harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh publik.
Menurut Prabowo, masyarakat turut berkontribusi dalam keberlangsungan pendidikan tinggi melalui berbagai bentuk dukungan negara. Oleh sebab itu, perguruan tinggi dan para ilmuwan diharapkan dapat menghasilkan karya yang mendorong peningkatan kesejahteraan serta pembangunan nasional.
Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat budaya riset dan inovasi agar Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi di bidang sains dan teknologi pada masa mendatang.




