Kutip.id, PENAJAM PASER UTARA – Musim kemarau tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Sejumlah petani masih melakukan panen padi, dengan luas lahan yang dipanen mencapai sekitar 242,5 hektare.
Dilansir dari antarakaltim.com, Panen diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten PPU terus melakukan sejumlah langkah untuk menjaga produksi padi agar tidak anjlok akibat kekeringan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU Gunawan mengatakan, sebagian lahan sawah memang terdampak kekeringan. Beberapa di antaranya bahkan mengalami gagal panen.
“Ada lahan sawah yang kekeringan sedang hingga puso atau gagal panen saat kemarau berlangsung,” ujar Gunawan, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan data Dinas Pertanian PPU, luas tanam padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 6.969 hektare.
Dari luasan tersebut, kekeringan sedang melanda sekitar 8 hektare lahan di Kelurahan Waru dan 18,5 hektare di Desa Sesulu. Sementara lahan yang mengalami puso mencapai sekitar 5 hektare di Kelurahan Waru dan 2,5 hektare di Desa Sesulu.
Untuk menekan risiko gagal panen, pemerintah mendorong percepatan masa tanam. Strategi ini dilakukan agar tanaman sudah memasuki masa panen sebelum kondisi kemarau mencapai puncaknya.
Petani juga diarahkan menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan serta mampu tumbuh pada lahan dengan tingkat keasaman tanah yang tinggi.
“Dan juga menginstruksikan petani untuk menanam benih padi varietas tahan terhadap kekeringan dan kadar asam tanah tinggi,” kata Gunawan.
Pemkab PPU turut memberikan dukungan melalui penyediaan sarana pengairan. Sebanyak 20 unit pompa air telah disalurkan untuk lahan yang memiliki sumber air permukaan maupun air tanah.
Pompa tersebut diharapkan membantu petani mempertahankan ketersediaan air selama musim kemarau sehingga tanaman tidak mengalami kekeringan berkepanjangan.
Hingga Agustus 2026, produksi padi PPU tercatat sekitar 45.300 ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena panen terus berlangsung di sejumlah wilayah.
Saat ini, petani masih memanen padi di lahan sekitar 242,5 hektare. Produktivitas rata-rata berada pada kisaran 3 hingga 5 ton per hektare.
Pemerintah daerah mengoptimalkan sisa musim panen untuk mengejar target produksi padi 2026 sebesar 50.236 ton GKG.
Dengan percepatan tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan, serta dukungan pompa air, produksi pertanian PPU diharapkan tetap terjaga meski petani menghadapi tekanan musim kemarau.




