BKKBN Kaltim Perkuat Peran Ayah di Kawasan IKN Lewat Program GATI

No comments

Kutip.id, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Kalimantan Timur terus memperluas pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Program ini difokuskan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sekaligus mengurangi fenomena fatherless yang masih menjadi tantangan di masyarakat.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Timur, Sunarto, mengatakan GATI dirancang untuk mendorong peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak, mulai dari pendidikan, perlindungan hingga pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini.

“Program GATI bertujuan untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan dan pendidikan anak sejak usia dini. Terlebih, kasih sayang ayah juga mampu membangun karakter anak,” ujarnya.

Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi bagian dari kawasan IKN menjadi salah satu daerah prioritas dalam pelaksanaan program tersebut. Kehadiran ayah dalam keluarga dinilai penting untuk mendukung pembentukan generasi unggul sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting.

Menurut Sunarto, program ini juga bertujuan mengubah pandangan bahwa pengasuhan anak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Keterlibatan ayah diharapkan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal.

BKKBN Kaltim berperan sebagai fasilitator dan penggerak program dengan menggandeng berbagai pihak di daerah. Pendekatan yang dilakukan mencakup pendampingan keluarga, edukasi pengasuhan, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.

Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah ayah yang terlibat aktif dalam program GATI di Kabupaten PPU mencapai 560 orang atau sekitar 66,43 persen dari target 843 peserta. Capaian tersebut berasal dari empat kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan program.

Kecamatan Waru menjadi wilayah dengan capaian tertinggi. Dari target 101 ayah, jumlah peserta yang terlibat mencapai 161 orang atau melampaui target yang telah ditetapkan. Sementara Kecamatan Babulu mencatat 127 peserta dari target 171 orang, Kecamatan Sepaku 105 peserta dari target 169 orang, dan Kecamatan Penajam sebanyak 167 peserta dari target 402 orang.

Untuk memperkuat program, BKKBN Kaltim membentuk tim pendamping keluarga yang melibatkan bidan, kader keluarga berencana, serta kader PKK. Selain itu, pelaksanaan GATI juga disinergikan dengan berbagai program pembangunan keluarga lainnya yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui penguatan peran ayah dalam keluarga, BKKBN berharap kualitas pengasuhan anak semakin meningkat sehingga mampu mendukung lahirnya generasi sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan, termasuk di kawasan IKN.

Also Read

Bagikan: