Kutip.id, TENGGARONG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat kini semakin meluas ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kutai Kartanegara (Kukar). Program ini dihadirkan untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, dapat memperoleh makanan dengan kandungan gizi seimbang demi mendukung tumbuh kembang dan kesehatan yang lebih baik.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memberikan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, MBG selaras dengan agenda pembangunan daerah, khususnya upaya menekan angka stunting yang selama ini menjadi perhatian serius.
“Kami sudah memasukkan program makan bergizi gratis bagi balita dan lansia ke dalam visi misi Kukar Idaman Terbaik. Karena itu, tentu saja kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat melalui penguatan dengan MBG Plus,” ujar Aulia.
Lebih lanjut, Aulia menjelaskan konsep MBG Plus merupakan kolaborasi antara program pusat dengan inisiatif daerah. Dengan model ini, sasaran penerima manfaat dapat diperluas, khususnya bagi anak-anak yang memang membutuhkan asupan gizi optimal untuk mendukung masa pertumbuhan mereka.
Menurut Aulia, keberadaan MBG Plus bukan hanya sebatas realisasi dari sebuah program nasional, melainkan upaya nyata untuk memastikan hak gizi masyarakat Kukar terpenuhi. “Bukan soal kewenangan siapa yang menjalankan, melainkan bagaimana anak-anak dan para lansia mendapatkan gizi yang layak. Itu yang menjadi tujuan utama,” tegasnya.
Saat ini, Kukar telah memiliki empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif menjadi ujung tombak dalam implementasi program tersebut. Pemerintah daerah juga terus melakukan komunikasi intensif dengan para pengelola SPPG agar pelaksanaan MBG dapat berjalan efektif di lapangan.
Aulia menyebut dirinya telah turun langsung untuk berdialog dengan pengelola SPPG. Dari diskusi tersebut, banyak masukan yang didapat guna memperkuat sistem penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam memastikan keberlangsungan MBG Plus di Kukar.
“Kami terus membuka ruang diskusi, termasuk membicarakan perkembangan implementasi MBG di tingkat kecamatan. Dengan begitu, pelaksanaannya bisa lebih merata dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Aulia.
Dengan adanya dukungan penuh dari Pemkab Kukar, diharapkan MBG Plus dapat memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan menekan angka stunting. Selain itu, program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat menghasilkan kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. (Ysa)





