Kutip.id, TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD). Salah satu program unggulan yang dijalankan secara konsisten adalah bedah rumah bagi warga yang membutuhkan.
Kepala Desa Loa Janan Ulu, Suparyo, menjelaskan bahwa program bedah rumah telah menjadi bagian dari visi-misi kepemimpinannya sejak awal menjabat. Setiap tahunnya, ADD dialokasikan untuk membiayai sedikitnya empat unit rumah agar lebih layak huni.
“Bedah rumah ini memang sudah menjadi program prioritas desa. Dari ADD, kita alokasikan untuk empat rumah setiap tahun. Selain itu, kita juga mendapat dukungan dari Dinas Permukiman dan Perumahan (Disperkim) Kukar, bahkan ada bantuan dari Baznas,” ungkap Suparyo.
Menurutnya, jumlah rumah yang diperbaiki tidak selalu sama setiap tahun, sebab pemerintah daerah melalui Disperkim juga menjalankan program sejenis. Dengan demikian, capaian bantuan bisa lebih besar jika dihitung secara keseluruhan.
“Kalau dihitung total, itu tergantung dari Perkim. Biasanya mereka bisa membantu 20 sampai 30 rumah dalam setahun. Jadi kalau ditambah dengan ADD, jumlah rumah yang diperbaiki cukup signifikan,” jelasnya.
Untuk tahun 2025, Disperkim telah merealisasikan bedah rumah sekitar 21 unit. Sementara itu, Pemdes Loa Janan Ulu sudah menyelesaikan dua unit dari target empat rumah melalui tahap pertama pencairan ADD. Dua unit lainnya direncanakan rampung pada tahap kedua.
“Karena status kita desa mandiri, pencairan ADD dilakukan dua tahap. Sistem ini sudah berlaku sejak 2022. Jadi, realisasi program juga menyesuaikan mekanisme pencairan anggaran tersebut,” tambah Suparyo.
Program bedah rumah dinilai sangat penting karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yakni tempat tinggal yang layak. Selain meningkatkan kualitas hidup warga penerima manfaat, program ini juga menjadi bukti nyata bahwa penggunaan ADD benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
Suparyo berharap program ini terus dipertahankan bahkan diperluas di masa kepemimpinan desa berikutnya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program bedah rumah akan sangat membantu dalam mengurangi angka rumah tidak layak huni di wilayah Loa Janan Ulu.
“Dari empat kegiatan utama desa, program bedah rumah ini pasti menjadi prioritas. Mudah-mudahan ADD tetap bisa mendukung minimal empat rumah per tahun. Kami juga berharap Perkim dan Baznas terus memberikan perhatian agar semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Ysa)





