Tenun Troso Jepara Resmi Berstatus Indikasi Geografis

No comments

Kutip.id,Jepara — Tenun Troso resmi mendapat perlindungan hukum sebagai produk Indikasi Geografis (IG), menandai pengakuan negara terhadap keunikan kain tradisional khas Jepara yang telah diwariskan lintas generasi. Pengesahan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Tenun Troso di pasar nasional hingga internasional.

Sertifikat Indikasi Geografis tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, kepada Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (5/2).

Heni menjelaskan, perlindungan IG tidak hanya berfungsi menjaga orisinalitas Tenun Troso, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan nilai tambah ekonomi, daya saing produk, serta pelestarian identitas budaya lokal.

“Tenun Troso memiliki karakter yang tidak bisa dipisahkan dari lingkungan alam, tradisi, dan keterampilan masyarakatnya. Sertifikat ini merupakan hasil kerja kolektif antara perajin, pemerintah daerah, dan negara,” kata Heni.

Ia juga mengungkapkan bahwa Jepara masih menyimpan banyak potensi produk berbasis Indikasi Geografis lainnya yang tengah didata dan dipersiapkan untuk memperoleh perlindungan serupa. Beberapa di antaranya meliputi kopi Tempur, hasil laut Karimunjawa, durian petruk, tanaman nyamplung, hingga pangan tradisional horog-horog.

“Potensi ini akan terus kami dorong agar mendapat pengakuan hukum dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai pengakuan Indikasi Geografis terhadap Tenun Troso sebagai bentuk penghormatan negara terhadap warisan budaya masyarakat Jepara. Menurutnya, sertifikasi ini menjadi modal penting untuk memperluas promosi Tenun Troso ke pasar yang lebih luas.

“Tenun Troso akan kami dorong menjadi ikon kebanggaan daerah yang dikenal hingga mancanegara,” ujar Witiarso.

Ia menambahkan, pengakuan tersebut juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan tradisi menenun yang telah berkembang sejak puluhan tahun lalu.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Troso, Abdul Jamal, menyebutkan terdapat lima motif utama yang menjadi ciri khas Tenun Troso, yakni kedawung, ampel, gapura mantingan, sicengkir, dan belik. Tenun Troso sendiri telah diproduksi secara tradisional di Desa Troso sejak 1935 dan hingga kini masih mempertahankan teknik serta nilai budaya leluhur.

Sumber : Kompas.com

Also Read

Bagikan: