Kutip.id, Tenggarong – Empat tahanan Lapas Anak Kelas IIA Tenggarong dilaporkan kabur pada Kamis (11/12/2025) pagi, memicu kepanikan warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Informasi pelarian ini cepat menyebar setelah sejumlah warga melihat para tahanan berlari memasuki kawasan pemukiman setempat.
Ketua RT 25 Kelurahan Melayu, Ajim, membenarkan bahwa keempat tahanan sempat terlihat melintas di wilayahnya sekitar pukul 07.00 WITA. Menurutnya, warga langsung bergerak melapor dan membantu aparat melakukan penyisiran di beberapa titik.
“Awalnya mereka masuk ke wilayah sini sekitar jam tujuh. Dua orang berhasil diamankan di daerah Kong Dji, satu lagi tertangkap tidak jauh dari lokasi. Sementara satu lainnya melarikan diri lewat atap rumah warga,” jelas Ajim.
Ia menambahkan, kabar bahwa salah satu tahanan diduga membawa senjata tajam membuat suasana lingkungan menjadi lebih tegang. Informasi tersebut beredar melalui grup komunikasi warga tak lama setelah pelarian terjadi.
“Kami dapat laporan di grup, katanya ada yang kabur dan membawa sajam. Tapi bentuknya belum terlihat jelas,” ujarnya.
Warga sempat memilih untuk tetap berada di rumah sambil menunggu informasi lanjutan dari aparat kepolisian dan petugas lapas. Sementara itu, pencarian dilakukan secara masif dengan menyisir pemukiman padat, rumah warga, hingga jalur yang mengarah ke Jalan Gunung Gandek, lokasi yang diduga menjadi rute pelarian.
Hingga siang hari, tiga tahanan telah berhasil ditangkap kembali dan langsung dibawa ke Lapas Anak Kelas IIA Tenggarong untuk proses pemeriksaan. Sementara satu tahanan lainnya masih dalam pengejaran dan diduga bergerak menuju area pemukiman di bagian atas Kelurahan Melayu.
Aparat kepolisian tetap melakukan patroli dan meminta masyarakat melaporkan segera jika menemukan tanda-tanda keberadaan tahanan yang belum tertangkap tersebut. “Kami harap warga tetap tenang namun tetap waspada. Jika melihat hal mencurigakan, segera informasikan ke aparat,” ujar salah satu petugas yang berada di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lapas Anak maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap pelarian maupun motif di balik kejadian tersebut. Namun pencarian terhadap satu tahanan yang tersisa dipastikan terus berlangsung. (Ysa)





