Perempuan Kukar Naik Kelas Dari UMKM ke Digital, Menuju Kemandirian Ekonomi

No comments

Kutip.id,Semangat Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, lewat upaya nyata pemberdayaan perempuan yang kini semakin diarahkan ke era digital. Pemerintah daerah menilai perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi penggerak utama dalam pembangunan, terutama dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa berbagai program pembinaan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perempuan. Mulai dari pelatihan keterampilan, peningkatan literasi, hingga dorongan untuk mandiri secara ekonomi. Ia menilai, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang, bukan hambatan.

Menurutnya, perempuan Kukar kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Banyak pelaku UMKM perempuan yang telah memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar, bahkan menjangkau konsumen di luar daerah. Di tingkat desa, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan BUMDes juga semakin meningkat, menandakan peran mereka yang kian strategis.

Peringatan Hari Kartini tahun ini pun tidak sekadar seremoni. Dengan tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”, momentum ini dijadikan refleksi untuk memperkuat posisi perempuan di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kukar, Yulaikah Sunggono, menekankan pentingnya perempuan untuk terus berkembang dan adaptif terhadap teknologi. Ia mendorong perempuan agar aktif dalam dunia usaha, ekonomi kreatif, hingga menciptakan konten positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Meski demikian, tantangan masih ada. Keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah serta rendahnya literasi digital menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Selain itu, kesenjangan peran perempuan dalam pengambilan keputusan juga masih perlu mendapat perhatian.

Namun, pemerintah optimistis dengan kolaborasi berbagai pihak, perempuan Kukar akan semakin berdaya tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan sosial di daerah.

Also Read

Bagikan: