Museum Mulawarman Perkenalkan Jejak Enam Kerajaan Besar Kaltim Lewat Display Visual

No comments

Kutip.id,Tenggarong – Museum Negeri Mulawarman Kalimantan Timur menghadirkan konsep baru dalam memperkenalkan sejarah daerah dengan menampilkan visual silsilah enam kerajaan besar yang pernah berpengaruh di wilayah Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah dan warisan budaya lokal.

Melalui panel dan spanduk informatif, pengunjung kini dapat melihat runtutan raja dan sultan beserta perjalanan pemerintahan masing-masing kerajaan secara lebih mudah dipahami. Pihak museum menilai penyajian visual menjadi cara efektif untuk mendekatkan sejarah kepada pelajar maupun wisatawan.

Kepala Tata Usaha UPTD Museum Negeri Mulawarman, Sugiyono Ideal, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari edukasi budaya agar masyarakat tidak melupakan akar sejarah daerahnya.

“Generasi sekarang perlu mengenal siapa leluhur dan bagaimana peradaban di Kalimantan Timur berkembang sejak ratusan tahun lalu,” ujarnya di Tenggarong.

Enam kerajaan yang ditampilkan dalam pameran tersebut meliputi Kerajaan Kutai Kartanegara, Kerajaan Sadurengas, Kesultanan Berau, Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Sambaliung, dan Kesultanan Bulungan.

Pengunjung dapat menelusuri sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara yang dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara dan berkembang sejak abad ke-13 di kawasan Kutai Lama. Selain itu, terdapat pula informasi mengenai Kerajaan Sadurengas di wilayah Paser yang dipimpin oleh Putri Betung sebagai raja pertama pada abad ke-16.

Museum juga menampilkan perjalanan Kesultanan Berau yang kemudian pecah menjadi dua kekuasaan baru, yakni Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung pada abad ke-19.

Sementara itu, Kesultanan Bulungan yang berpusat di Tanjung Palas turut menjadi bagian penting dalam narasi sejarah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pada masa lampau.

Setiap visual dilengkapi foto keraton, garis keturunan penguasa, dan penjelasan singkat mengenai perkembangan kerajaan tersebut. Konsep sederhana namun informatif ini diharapkan mampu membuat pengunjung lebih tertarik mempelajari sejarah lokal.

Museum Mulawarman optimistis inovasi penyajian sejarah tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisata edukasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya dan warisan leluhur di Benua Etam.

Also Read

Bagikan: