Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan, Wacana Pembelajaran Hybrid Dibatalkan

No comments

Kutip.id, Jakarta – Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal setelah libur Lebaran 2026. Wacana penerapan sistem pembelajaran hibrid (gabungan daring dan luring) resmi dibatalkan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat lintas kementerian. Pertimbangan utama adalah menjaga kualitas akademik sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa.

“Pembelajaran di sekolah tetap dilaksanakan seperti biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Ia menegaskan siswa tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, meski sebelumnya sempat ada diskusi terkait opsi hybrid.

Menurutnya, pembelajaran daring tidak menjadi kebutuhan mendesak saat ini, mengingat pentingnya menjaga efektivitas proses belajar dan mencegah terjadinya penurunan capaian belajar (learning loss).

Pemerintah juga menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama, sejalan dengan berbagai program peningkatan kualitas seperti revitalisasi sekolah dan pengembangan sekolah unggulan.

Dengan keputusan ini, seluruh satuan pendidikan diharapkan kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar secara penuh setelah libur Idulfitri, demi memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.

Also Read

Bagikan: