Kutip.id,Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sejak Sabtu (18/7), memicu banjir di sejumlah kecamatan. Luapan sungai dan jebolnya tanggul menyebabkan permukiman warga terendam, sementara ratusan penduduk terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara menyebut banjir dipicu meningkatnya debit sejumlah sungai setelah hujan deras berlangsung selama beberapa jam. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Di Kecamatan Tukka, banjir terjadi di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Bonalumban. Luapan Sungai Aek Silaga-laga menyebabkan air masuk ke rumah-rumah warga di Sipange sehingga proses evakuasi harus dilakukan. Sementara di Bonalumban, tanggul yang jebol mengakibatkan ketinggian air mencapai sekitar pinggang orang dewasa dan merendam kawasan permukiman.
Banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat di Kecamatan Badiri. Luapan sungai di Kelurahan Lopian menggenangi badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas. Di Kecamatan Pinangsori, rumah-rumah warga di Kelurahan Pinangsori dan Albion ikut terdampak setelah saluran drainase tidak mampu menampung debit air hujan.
Sementara itu, kondisi di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, masih terus dipantau menyusul meningkatnya debit sungai. Hingga kini, kawasan tersebut dinilai masih dalam kondisi aman dan belum mengancam permukiman penduduk.
BPBD bersama Basarnas, TNI, Babinsa, serta unsur pemerintah daerah langsung melakukan penanganan di lapangan. Tim gabungan mengevakuasi warga, memantau kondisi tanggul, serta mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 145 warga mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange, Kecamatan Tukka. Bantuan makanan siap saji dan kebutuhan dasar terus disalurkan kepada para korban yang terdampak.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, petugas masih bersiaga di sejumlah titik rawan untuk membersihkan sisa material banjir sekaligus mengantisipasi potensi hujan lanjutan yang dapat memperburuk kondisi di wilayah terdampak.




