Kutip.id,Sangatta – Upaya mengurangi ketergantungan pada sektor tambang mulai digencarkan di Kutai Timur. Bupati Ardiansyah Sulaiman mendorong lahirnya terobosan baru dengan menggabungkan sektor pertanian dan pariwisata melalui konsep ekowisata.
Gagasan ini muncul saat ia menghadiri panen jagung di kawasan B-TEAM Sangatta. Menurutnya, lahan pertanian tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga bisa disulap menjadi destinasi wisata yang edukatif dan menarik. Pengunjung nantinya tak sekadar melihat, tetapi bisa ikut merasakan pengalaman langsung seperti memanen jagung, membakar hasil panen, hingga memetik buah dari pohonnya.
Ia menilai langkah ini penting di tengah tekanan global yang memengaruhi sektor pertambangan selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dengan memadukan pertanian dan pariwisata, Kutai Timur diharapkan memiliki sumber ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.
Lokasi pertanian di kawasan Bukit Pelangi dinilai memiliki nilai jual tinggi. Selain lahannya subur, kawasan ini berada di dataran yang menawarkan panorama luas mulai dari kawasan perkantoran, perkotaan, hingga bentang hutan tropis dan mangrove. Letaknya yang dekat dengan Pantai Teluk Lingga juga menjadi nilai tambah untuk menarik wisatawan.
Ardiansyah menyebut konsep ini bukan hanya soal wisata, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Warga sekitar bisa terlibat dalam pengelolaan, penjualan hasil tani, hingga pengembangan usaha pendukung.
Menanggapi dorongan tersebut, pengelola B-TEAM Golden Farm mengaku sudah menyiapkan langkah pengembangan ke arah ekowisata. Selain memperkuat produksi jagung, mereka juga mengembangkan peternakan unggas untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Ke depan, kawasan ini ditargetkan menjadi contoh integrasi pertanian modern dan wisata berbasis alam, sekaligus menjadi motor baru penggerak ekonomi Kutai Timur.




