Ekonomi Kaltim Tumbuh 4,53 Persen di 2025, Didukung Industri dan Investasi Baru

No comments

Kutip.id,Samarinda (ANTARA) – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat pertumbuhan positif 4,53 persen pada tahun 2025, ditopang oleh peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis dan beroperasinya berbagai industri baru di wilayah ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan salah satu faktor utama adalah meningkatnya produksi Pupuk Kaltim yang mencapai 6,67 juta ton, naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, mulai beroperasinya smelter nikel, industri pengolahan minyak kelapa sawit, dan industri bahan kimia turut menggerakkan ekonomi daerah.

“Proyek strategis nasional seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan & Lawe-Lawe yang diselesaikan PT Kilang Pertamina juga memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim,” ujar Mas’ud, Kamis di Samarinda.

Pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh peningkatan investasi. Realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) kumulatif meningkat 15 persen, seiring pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN), termasuk jalan tol, istana wapres, masjid negara, bandara VVIP, basilika, serta kawasan yudikatif dan legislatif.

Mas’ud menambahkan, sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman menjadi kontributor tertinggi dengan andil 13,03 persen, didukung oleh meningkatnya kegiatan usaha kuliner, terselenggaranya festival kuliner, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau sembilan kabupaten/kota. Peningkatan jumlah wisatawan ke Kaltim juga menjadi faktor pendorong.

Dari 17 lapangan usaha di Kaltim, lima sektor utama mendominasi pertumbuhan ekonomi, yakni pertambangan dan penggalian (34,18 persen), industri pengolahan (20 persen), konstruksi (11,58 persen), pertanian, kehutanan, dan perikanan (9,58 persen), serta perdagangan (7,62 persen).

“Dari lima sektor utama tersebut, industri pengolahan, pertanian-kehutanan-perikanan, dan perdagangan menunjukkan pertumbuhan positif. Sementara pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi 0,11 persen, dan konstruksi minus 0,17 persen,” jelasnya.

Also Read

Bagikan: