Kutip.id, Samarinda – Perayaan Hari Raya Waisak 2026 menjadi momentum bagi enam warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Buddha di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk memperoleh remisi atau pengurangan masa pidana dari pemerintah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengatakan pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.
Menurutnya, hak tersebut diberikan kepada narapidana yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif, termasuk aktif mengikuti program pembinaan serta menunjukkan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan.
“Remisi tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas perilaku baik, tetapi juga bagian dari upaya mendorong proses reintegrasi sosial bagi warga binaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh penerima remisi pada peringatan Waisak tahun ini memperoleh Remisi Khusus I atau pengurangan sebagian masa pidana. Tidak ada warga binaan yang langsung bebas setelah menerima remisi tersebut karena masa hukuman yang tersisa masih harus dijalani sesuai ketentuan.
Pemberian remisi keagamaan merupakan salah satu program pemasyarakatan yang bertujuan memotivasi warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum serta kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat setelah bebas nantinya.
Endang menambahkan bahwa berbagai kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian terus diberikan kepada warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana. Program tersebut mencakup pembinaan mental, keagamaan, keterampilan kerja, hingga penguatan karakter.
Kanwil Ditjenpas Kaltim memastikan seluruh proses pengajuan dan penetapan remisi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku serta melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.
Melalui momentum Waisak, pemerintah berharap para warga binaan semakin termotivasi untuk menjalani pembinaan dengan baik serta terus menunjukkan perubahan positif sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.




