Prabowo Kumpulkan Tokoh Nasional Bahas Konflik Timur Tengah, Diplomasi Jadi Fokus Utama

No comments

Kutip.id, CNN Indonesia-Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3), dengan mengundang sejumlah presiden dan wakil presiden terdahulu, ketua umum partai politik parlemen, serta para mantan menteri luar negeri. Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam itu secara khusus membahas dinamika konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, untuk menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan guna meredam eskalasi.

Menurut Sugiono, Indonesia konsisten pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Dalam komunikasi tersebut, pemerintah Indonesia juga menyampaikan kesiapan untuk berperan sebagai mediator apabila dibutuhkan.

Selain Iran, Prabowo disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah pemimpin negara kawasan Teluk. Beberapa di antaranya adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Komunikasi itu dilakukan untuk menyerap pandangan serta menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan.

Di sisi lain, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menilai peluang keberhasilan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dalam mendorong gencatan senjata berpotensi menurun seiring memburuknya situasi. Ia menyebut eskalasi konflik dapat memengaruhi efektivitas misi kemanusiaan dan rekonstruksi yang sebelumnya dirancang.

Meski demikian, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan posisi Indonesia di BoP hingga kini masih tetap. Namun, ia membuka kemungkinan evaluasi apabila perkembangan situasi menuntut penyesuaian kebijakan bersama negara-negara lain.

Pertemuan di Istana tersebut mencerminkan upaya pemerintah membangun konsensus nasional dalam menyikapi krisis global, sekaligus memastikan langkah diplomasi Indonesia tetap terukur dan strategis di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Also Read

Bagikan: