Sejarah Islam Kaltim sebagai Pilar Toleransi dan Harmoni Masa Kini

No comments

Kutip.id,Samarinda – Peluncuran buku Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik hadir dengan pesan yang sangat relevan untuk kondisi sosial saat ini merawat toleransi di tengah keberagaman.

Buku ini ditulis oleh Muhammad Sarip dan Abdunnur, menyoroti perjalanan dakwah Islam di Kalimantan Timur dari abad ke-16 hingga era modern. Penulis menekankan bahwa figur ulama terdahulu mengedepankan harmonisasi sosial, bukan sekadar penyebaran agama.

“Nilai-nilai toleransi yang diwariskan ulama bisa menjadi inspirasi agar masyarakat hari ini tetap rukun meski berbeda latar belakang,” ujar Sarip saat peluncuran di Samarinda, Jumat (3/4/2026).

Karya ini juga relevan bagi generasi muda, karena menjadi sarana memahami bagaimana Islam berkembang selaras dengan budaya lokal tanpa mengabaikan keberagaman. Selain itu, buku ini direncanakan tersedia di berbagai perpustakaan daerah dan menjadi referensi akademik bagi mahasiswa dan peneliti.

Rektor Universitas Mulawarman sekaligus akademisi Abdunnur menekankan pentingnya nilai egaliter dalam ajaran Islam yang diturunkan para ulama. Nilai ini menekankan kesetaraan tanpa memandang ras, suku, maupun agama—sebuah pelajaran penting di tengah tantangan intoleransi modern.

Buku ini juga akan dibawa ke forum internasional melalui Konsorsium Universitas Borneo (KUUB) pada Juli 2026, sehingga pesan toleransi dan harmoni masyarakat Kaltim dapat diterima secara global.

Peluncuran buku ini menunjukkan bahwa memahami sejarah Islam tidak hanya soal masa lalu, tetapi menjadi panduan nyata bagi pembangunan masyarakat yang inklusif, damai, dan toleran di era modern.

Also Read

Bagikan: