Kaltim Perkuat “Tameng” UMKM Dari Ketergantungan SDA Menuju Ekonomi Mandiri

No comments

Kutip.id, Antaranews-Samarinda pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai tancap gas memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fondasi baru ekonomi daerah. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada sektor sumber daya alam (SDA) sekaligus menghadapi gejolak ekonomi global yang kian tak menentu.

Kepala Bidang Perdagangan DPPKUKM Kaltim, Ali Wardana, menegaskan bahwa strategi ke depan tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. UMKM harus diperkuat melalui pemanfaatan bahan baku lokal, inovasi produk, serta percepatan digitalisasi.

“UMKM harus menjadi garda terdepan ekonomi daerah. Kita dorong agar lebih mandiri dan tidak mudah goyah oleh tekanan global,” ujarnya dalam dialog publik di Samarinda.

Ia menjelaskan, situasi geopolitik dunia saat ini berdampak langsung pada ekonomi lokal. Kenaikan harga bahan baku hingga terganggunya rantai pasok global menjadi ancaman nyata, terutama bagi pelaku UMKM yang masih bergantung pada impor.

“Ketika pasokan tersendat dan harga naik, UMKM menjadi sektor yang paling rentan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tambahnya.

Dalam forum bertajuk “Dampak Geopolitik Ancam UMKM Kaltim”, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dukungan pembiayaan, pelatihan manajemen usaha, hingga perluasan akses pasar dinilai menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Pandangan serupa disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Zainal Abidin. Ia melihat situasi global justru membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal.

Menurutnya, kenaikan harga produk impor bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggantikan pasar dengan produk lokal berbasis inovasi.

“Ini saatnya UMKM naik kelas. Ketika produk luar mahal, produk lokal punya peluang besar untuk masuk dan bersaing,” jelasnya.

Pemprov Kaltim pun berharap transformasi digital menjadi langkah wajib bagi UMKM agar mampu menembus pasar lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Dengan strategi ini, Kaltim tak hanya berupaya melindungi UMKM dari tekanan global, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi baru yang lebih tangguh, adaptif, dan mandiri di masa depan.

Also Read

Bagikan: