DKI Bebaskan Ribuan Ijazah Tertahan, Ratusan Lulusan SMK Dikirim ke Luar Negeri

No comments

Kutip.id,Jakarta – Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program besar untuk membantu ribuan pelajar mendapatkan kembali ijazah mereka yang sempat tertahan, sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi lulusan sekolah kejuruan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pada tahap awal tahun 2026, sebanyak 2.026 ijazah dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD hingga pendidikan nonformal akan dibebaskan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional serta Bazis, dengan total anggaran mencapai hampir Rp4 miliar.

Menurut Pramono, langkah ini menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan hak pendidikan peserta didik tidak terhambat oleh persoalan administrasi maupun biaya. Ia menegaskan bahwa ijazah merupakan dokumen penting yang menentukan akses seseorang terhadap pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Selain fokus pada pendidikan, Pemprov DKI juga memperluas program penyerapan tenaga kerja melalui skema pengiriman lulusan SMK ke luar negeri. Sebanyak 561 alumni dijadwalkan berangkat untuk bekerja di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Malaysia, dan Jerman.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan SMK sekaligus membuka peluang karier global. Pemerintah menilai bahwa pengalaman kerja di luar negeri dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas.

Pramono menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya menyasar penyelesaian masalah pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di ibu kota.

Dengan kombinasi pembebasan ijazah dan program kerja internasional, Pemprov DKI Jakarta berupaya menghadirkan solusi konkret bagi generasi muda agar memiliki akses pendidikan yang layak sekaligus peluang kerja yang lebih luas.

Also Read

Bagikan: