Polda Metro Amankan 101 Orang, Dugaan Rencana Kerusuhan Warnai Peringatan Hari Buruh di Jakarta

No comments

Kutip.id,Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengamankan 101 orang yang diduga hendak melakukan aksi kerusuhan dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Jakarta, Jumat (1/5). Para terduga diamankan di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin, menyampaikan bahwa seluruh orang yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Mereka sedang memberikan informasi kepada penyidik,” ujarnya dalam keterangan pers.

Dari hasil pendataan awal, seluruh individu yang diamankan diketahui berusia antara 20 hingga 35 tahun, dengan sebagian besar berasal dari luar wilayah Jakarta. Penangkapan dilakukan saat aparat melakukan pengamanan di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik konsentrasi massa.

Polisi juga menyebut telah menemukan sejumlah barang yang diduga akan digunakan dalam aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Barang tersebut antara lain botol kosong, kain yang diduga akan digunakan sebagai bahan bakar molotov, bensin, paku, senjata tajam, serta dokumen yang berisi dugaan rencana pergerakan kelompok.

Menurut pihak kepolisian, dokumen tersebut memuat skenario pergerakan yang mencakup pembagian waktu, pola kedatangan, hingga rencana evakuasi apabila terjadi situasi tertentu.

“Dari barang bukti dan dokumen yang ada, terlihat adanya perencanaan yang cukup terstruktur,” kata Iman.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh kegiatan peringatan Hari Buruh di Jakarta secara umum tetap berlangsung aman dan kondusif, termasuk aksi buruh di kawasan Monas serta penyampaian aspirasi di sekitar DPR/MPR.

Setelah proses pemeriksaan selesai, seluruh orang yang diamankan akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Polda Metro Jaya juga memastikan hak-hak mereka tetap dilindungi selama proses klarifikasi berlangsung, termasuk pendampingan hukum.

Pihak kepolisian menegaskan masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya pihak yang mengorganisasi rencana tersebut serta kemungkinan keterkaitan dengan kelompok tertentu.

Also Read

Bagikan: