Kutip.id,Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, memperkuat strategi pengembangan investasi daerah dengan mengarahkan penanaman modal ke sektor-sektor unggulan melalui penguatan Regional Investor Relation Unit (RIRU).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arah investasi lebih terstruktur, terintegrasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, pemerintah daerah telah menandatangani komitmen bersama dalam High Level Meeting (HLM) RIRU Kalimantan Timur sebagai bentuk keseriusan memperkuat ekosistem investasi di daerah.
“Kami sudah menandatangani komitmen bersama agar arah kebijakan investasi lebih sinkron, satu data, dan satu pintu,” ujar Aulia di Tenggarong, Kamis.
Melalui RIRU, Kukar memprioritaskan investasi di sejumlah sektor strategis seperti industri, energi, pariwisata, pertanian, serta sektor pendukung lainnya yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi di kawasan penyangga IKN.
Aulia menjelaskan terdapat sejumlah tujuan utama dari penguatan RIRU, di antaranya menyatukan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Bank Indonesia, serta instansi terkait dalam penyediaan data dan layanan investasi.
Selain itu, RIRU juga diharapkan menjadi pusat informasi terpadu bagi investor yang mencakup potensi daerah, regulasi, hingga proyek-proyek yang siap ditawarkan.
“Investor harus mendapatkan kepastian, mulai dari informasi, lahan, hingga perizinan. Itu yang sedang kita perkuat,” katanya.
Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan daya tarik investasi melalui kepastian hukum, transparansi, serta kemudahan layanan perizinan untuk mengurangi hambatan masuknya modal ke daerah.
Selain itu, Kukar tengah menyiapkan daftar proyek investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO) sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi investasi.
Penguatan RIRU juga diiringi dengan komitmen penyempurnaan tata ruang wilayah, peningkatan infrastruktur pendukung, serta pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung iklim investasi jangka panjang.
Aulia menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mempercepat pengentasan kemiskinan melalui investasi yang berkelanjutan.




