Kutip.id, Upaya menjaga keberlangsungan alat musik tradisional Sampe khas Dayak terus diperkuat di Kalimantan Timur. Tidak hanya sebagai warisan budaya, Sampe kini dipandang sebagai simbol identitas bangsa yang harus tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur menegaskan bahwa pelestarian Sampe tidak cukup dilakukan melalui penyimpanan benda budaya semata. Keberadaan alat musik tradisional tersebut harus tetap hadir dalam kehidupan masyarakat, baik melalui pendidikan, kegiatan adat, maupun ruang-ruang kreatif modern.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim, Lestari, mengatakan Sampe memiliki nilai budaya yang jauh melampaui fungsi hiburan. Instrumen petik khas Dayak itu menyimpan filosofi kehidupan, hubungan manusia dengan alam, serta jejak sejarah yang diwariskan secara turun-temurun.
“Sampe bukan hanya alat musik, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang mencerminkan kearifan masyarakat Dayak dalam menjaga harmoni dengan lingkungan,” ujarnya di Samarinda.
Menurutnya, berbagai motif ukiran yang menghiasi tubuh Sampe mengandung makna mendalam tentang kebesaran, semangat, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat adat. Karena itu, pelestarian tidak boleh berhenti pada aspek fisik, tetapi juga mencakup pengetahuan, tradisi, dan praktik budaya yang menyertainya.
Balai Pelestarian Kebudayaan juga menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga eksistensi Sampe. Pemerintah diharapkan berperan sebagai fasilitator yang mendukung ruang ekspresi budaya, sementara komunitas lokal menjadi pelaku utama dalam pewarisan tradisi kepada generasi muda.
Selain tampil dalam upacara adat dan perayaan budaya, Sampe didorong untuk hadir dalam berbagai kegiatan pariwisata, pertunjukan seni, hingga kolaborasi dengan musik kontemporer. Langkah ini dinilai penting agar alat musik tradisional tersebut tetap relevan dan mampu menjangkau kalangan muda.
Pelestarian budaya juga diharapkan semakin diperkuat melalui dunia pendidikan. Pengenalan Sampe sejak usia dini dinilai menjadi strategi penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi.
Dengan semakin banyaknya ruang apresiasi dan regenerasi pemain Sampe, Kalimantan Timur optimistis alat musik khas Dayak tersebut akan terus hidup sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang membanggakan.





