Kutip.id, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkap adanya indikasi praktik tidak sehat dalam pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat yang berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Menurut Dody, hasil evaluasi yang dilakukan kementeriannya menemukan beberapa proyek mengalami keterlambatan dari target yang telah ditetapkan. Padahal, fasilitas Sekolah Rakyat ditargetkan siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Ia mengaku menemukan sejumlah kontrak pekerjaan yang masa penyelesaiannya melampaui kebutuhan operasional program. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas perencanaan dan pelaksanaan proyek yang sedang berjalan.
Dody juga menyoroti adanya dugaan praktik pembagian keuntungan tidak resmi yang diduga bersumber dari pencairan uang muka proyek. Praktik semacam itu dinilai dapat mengurangi kualitas pelaksanaan pekerjaan karena sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru dialihkan ke pihak-pihak tertentu.
“Saya ingin memastikan seluruh anggaran benar-benar digunakan untuk pembangunan dan bukan untuk kepentingan di luar proyek,” ujarnya.
Sebagai respons atas temuan tersebut, Kementerian PU mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang terindikasi melanggar aturan. Pengawasan internal juga diperkuat guna memastikan proyek berjalan sesuai jadwal dan standar yang telah ditetapkan.
Dody menegaskan dirinya kini lebih sering turun langsung ke lokasi proyek untuk memantau perkembangan pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan ditangani tanpa mengganggu target penyelesaian pembangunan.
Pemerintah berharap penguatan pengawasan dan transparansi dalam pelaksanaan proyek dapat mencegah potensi penyimpangan sekaligus memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, Kementerian PU menargetkan seluruh pembangunan infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat dapat selesai sesuai jadwal dan memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan nasional.




