Kutip.id, Presiden Prabowo Subianto menilai kebocoran ekonomi yang berlangsung selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor utama yang membatasi ruang fiskal pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan aparatur sipil negara (ASN).
Dalam pidatonya di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6), Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sejatinya memiliki sumber daya dan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, sebagian kekayaan yang dihasilkan belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena masih terjadi aliran dana keluar negeri dan berbagai praktik yang merugikan negara.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk berbagai sektor, termasuk peningkatan gaji pegawai negeri dan tenaga pendidik.
“Banyak yang bertanya mengapa kesejahteraan guru dan ASN belum meningkat secara signifikan. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya kebocoran yang mengurangi potensi penerimaan negara,” ujarnya.
Prabowo mengungkapkan bahwa berdasarkan data perdagangan internasional yang dianalisis pemerintah, Indonesia sebenarnya mencatat surplus dan keuntungan ekonomi yang besar selama beberapa dekade terakhir. Namun, dalam periode yang sama, arus modal keluar juga tercatat dalam jumlah yang tidak sedikit.
Ia juga menyoroti praktik pelaporan perdagangan yang tidak sesuai dengan nilai transaksi sebenarnya atau under-invoicing. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya penerimaan negara karena sebagian nilai ekspor tidak tercatat secara penuh dalam sistem.
Presiden menyebut pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai langkah pembenahan guna memperkuat tata kelola ekonomi, meningkatkan transparansi perdagangan, dan menutup celah yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperbesar ruang fiskal pemerintah dalam membiayai program pembangunan, memperkuat layanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan aparatur dan tenaga pendidikan di masa mendatang.
Di sisi lain, isu kenaikan gaji guru dan ASN memang menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui berbagai program dukungan dan insentif, meski hingga pertengahan 2026 belum ada kebijakan baru terkait kenaikan gaji pokok secara nasional.
Prabowo menegaskan bahwa upaya memperbaiki kebocoran ekonomi merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan kekayaan negara dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi kepentingan rakyat.
Menurutnya, apabila potensi penerimaan negara dapat dijaga dan kebocoran berhasil ditekan, maka kemampuan pemerintah dalam membiayai program kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan nasional akan semakin kuat.




