Kutip.id, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat TNI dan Polri, selama keterlibatan tersebut bertujuan memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Saat memberikan keterangan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7), Sudaryono tidak secara langsung memastikan apakah TNI dan Polri akan terus dilibatkan dalam program tersebut. Namun, ia menilai kolaborasi lintas sektor merupakan langkah penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MBG.
Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak hanya bergantung pada satu lembaga, melainkan membutuhkan sinergi berbagai instansi sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebagai ilustrasi, Sudaryono mengungkapkan pengalaman ketika masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Saat itu, Kementerian Pertanian memanfaatkan bantuan TNI dan Polri untuk mendistribusikan sekitar 70 ribu pompa pertanian ke berbagai daerah karena keterbatasan anggaran distribusi.
Ia menjelaskan bahwa biaya pengiriman alat tersebut tidak tersedia dalam anggaran kementerian, sehingga dukungan dari aparat menjadi solusi agar bantuan dapat segera diterima para petani.
Sudaryono juga menceritakan pernah mendapat pertanyaan dari kalangan mahasiswa mengenai alasan pelibatan TNI dan Polri dalam distribusi bantuan tersebut. Sebagai tanggapan, ia mengajukan pertanyaan balik apakah mahasiswa bersedia membantu proses distribusi tanpa menerima imbalan. Menurutnya, tawaran tersebut tidak mendapat respons positif.
Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemerintah perlu memanfaatkan sumber daya yang tersedia agar program dapat berjalan secara efisien dan tepat waktu.
Dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Sudaryono menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan bantuan makanan diterima oleh sasaran yang tepat, memenuhi standar keamanan pangan, serta mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program MBG juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, peternak, serta rantai pasok pangan di berbagai daerah.




