Kutip.id, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kelurahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil dikendalikan setelah membakar sekitar 20 hektare lahan.
Dilansir dari antarakaltim.com, Kebakaran terjadi sejak Jumat (11/9/2026) dan dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sekitar pukul 14.40 WITA. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan patroli dan pendinginan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.
“Tadi sudah ada tim dari IHM (Itci Hutani Manunggal) yang melakukan patroli di lokasi karhutla untuk memastikan tidak ada rambatan api di lokasi baru atau di tepi areal yang belum terbakar,” ujar Nurlaila, Minggu (13/9).
Lokasi kebakaran berada di sekitar RT 03 Kelurahan Sepaku. Api kemudian sempat meluas hingga wilayah RT 05. Area yang terbakar didominasi lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Medan yang sulit dijangkau serta minimnya sumber air di sekitar lokasi membuat petugas harus menggunakan berbagai metode untuk mengendalikan api.
“Akses yang sulit serta ketidaktersediaan sumber air di area sekitar karhutla, hal ini menjadi kendala petugas dalam proses pemadaman api yang tersebar di banyak titik, namun tim tak putus asa,” kata Nurlaila.
Petugas menggunakan sejumlah metode, mulai dari pemadaman manual, penyemprotan dengan jet shooter hingga pembuatan sekat bakar. Cara tersebut diterapkan untuk menghambat pergerakan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Pada hari pertama, proses pemadaman dihentikan sekitar pukul 23.00 WITA karena kondisi sudah larut malam. Operasi kembali dilanjutkan pada Sabtu (12/9), dengan sebagian besar pemadaman dilakukan secara manual.
Mobil pemadam digunakan pada titik-titik yang dapat dijangkau kendaraan. Setelah operasi pemadaman dan pendinginan dihentikan pada Sabtu malam pukul 22.45 WITA karena petugas kelelahan, tim kembali melakukan pemantauan pada Minggu.
“Proses pemadaman dan pendinginan dihentikan malam tadi, tepatnya Sabtu (12/9), pukul 22.45 Wita karena petugas kelelahan, meski secara visual masih terdapat titik api dan sisa material terbakar, namun hari ini sudah ada tim yang melanjutkan pendinginan. Semoga tidak ada titik api baru,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, sejumlah unsur terlibat, antara lain Polresta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Damkar OIKN, Polsek Sepaku, Koramil Sepaku, DPKP Pos Sepaku, PT IHM, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat setempat.
Sejumlah pejabat juga turun ke lokasi untuk memantau penanganan, termasuk Kapolresta OIKN, Kasat Intel OIKN, Kabag Ops OIKN, Kapolsek Sepaku, Danramil Sepaku, Camat Sepaku, pejabat OIKN dan Lurah Sepaku.
“TIm di lapangan yang memadamkan karhutla antara lain Polresta OIKN, Damkar OIKN, Polsek Sepaku, Koramil Sepaku, DPKP Pos Sepaku, PT IHM, babinsa, bhabinkamtibmas, dan sejumlah warga setempat,” ucap Nurlaila.
Hingga Minggu, petugas masih melakukan patroli dan pendinginan di area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.




