Kutip.id, Samarinda – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Kalimantan Timur melibatkan banyak personel, termasuk petugas perempuan yang turun langsung ke lapangan.
Dilansir dari antarakaltim.com, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menerjunkan sejumlah personel perempuan untuk membantu menangani karhutla di kawasan Cagar Alam Teluk Adang, Kabupaten Paser.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam operasi pengendalian kebakaran. Para petugas tetap bekerja di tengah kondisi lapangan yang panas dan dipenuhi asap.
“Perempuan juga memiliki peran penting, berada di garis depan, dan merupakan pejuang konservasi. Kehadiran mereka membuktikan bahwa menjaga kelestarian hutan bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan tentang siapa yang bersedia turun tangan dan berjuang,” ujar Ari di Samarinda, Senin (14/9/2026).
Menurut Ari, personel perempuan menjalankan berbagai tugas selama operasi berlangsung. Mereka tidak hanya membantu kebutuhan logistik tim, tetapi juga membawa peralatan operasional dan mendukung pemadaman di lokasi kebakaran.
Sejumlah petugas bahkan ikut berada di titik kebakaran untuk membantu mengendalikan api. Peran tersebut dilakukan bersama personel lainnya sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran meluas di kawasan cagar alam.
BKSDA Kaltim menilai setiap titik api yang berhasil dikendalikan turut menentukan keberlangsungan ekosistem di kawasan konservasi. Karena itu, keterlibatan seluruh personel menjadi penting, termasuk para petugas perempuan yang bekerja di lapangan.
Berdasarkan catatan BKSDA Kaltim, kebakaran sebelumnya telah berdampak terhadap sekitar 13 hektare kawasan hutan konservasi di Kalimantan Timur.
BKSDA Kaltim mengajak masyarakat ikut memperkuat pencegahan karhutla. Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi kawasan hutan, satwa, dan ekosistem yang berada di dalamnya.




