Kutip.id, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui program edukasi yang menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK. Langkah ini dilakukan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.
Program yang dikemas dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tersebut kembali digelar di salah satu sekolah menengah di Samarinda dengan melibatkan sekitar 200 siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui berbagai simulasi kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menegaskan bahwa pendidikan mitigasi bencana sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kesiapan menghadapi keadaan darurat harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi bencana.
Dalam pelatihan tersebut, siswa diajak mempraktikkan prosedur evakuasi darurat, mengenali jalur penyelamatan, hingga memahami langkah-langkah dasar penanganan kebakaran. Peserta juga mendapat kesempatan mencoba penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik pemadaman sederhana yang aman.
Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi risiko di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman yang lebih baik, para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
BPBD Kaltim menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter tangguh terhadap bencana. Oleh sebab itu, program edukasi dan simulasi lapangan akan terus diperluas ke berbagai satuan pendidikan di daerah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai potensi risiko.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, pemerintah daerah berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh kuat di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh dan responsif terhadap keadaan darurat.




