kutip.id, Tenggarong — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mencapai kedaulatan pangan makin kuat, seiring terjalinnya sinergi strategis dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui peluncuran Program Brigade Pangan.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati Kukar, Edi Damansyah, dan Kodim 0908/Bontang yang dilangsungkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan 24 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani dari empat kecamatan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah konkrit mempercepat upaya swasembada pangan yang telah menjadi bagian dari agenda nasional. Kolaborasi dengan TNI akan memperkuat pelaksanaan program di lapangan,” kata Bupati Edi Damansyah.
Alsintan yang disalurkan antara lain traktor roda dua, pompa air, dan mesin tanam padi. Seluruhnya diserahkan kepada petani dari Kecamatan Marangkayu, Samboja, Anggana, dan Tenggarong. Keempat wilayah tersebut dipilih karena memiliki lahan potensial yang masuk dalam target optimalisasi pertanian.
Menurut Edi, keterlibatan Kodim 0908/Bontang sangat krusial, terutama dalam mempercepat proses teknis dan penguatan kelembagaan petani di wilayah yang masih menghadapi tantangan infrastruktur maupun akses.
“Kehadiran TNI menjadi pengungkit untuk mempercepat eksekusi program. Mereka punya struktur dan kedisiplinan yang bisa membantu petani dalam hal implementasi di lapangan,” jelasnya.
Program Brigade Pangan ini juga bersinergi dengan Optimalisasi Lahan (Oplah) yang merupakan prioritas strategis Pemkab Kukar untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan mendorong lahirnya pusat-pusat produksi pangan baru.
Lebih dari itu, Edi menekankan pentingnya partisipasi aktif para petani dan kelembagaan desa agar program ini tidak hanya menghasilkan kuantitas produksi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.
“Alat sudah kita berikan, sekarang tinggal bagaimana semangat gotong royong dan konsistensi kita jaga. Swasembada pangan tidak bisa ditawar lagi, dan harus kita wujudkan bersama,” tandasnya.
Melalui Program Brigade Pangan, Kukar menatap 2027 sebagai momentum penting untuk tidak hanya mandiri dalam urusan pangan, tapi juga membangun sistem pertanian modern yang berkelanjutan dan menyejahterakan petani. (Adv)
Penulis: Yusuf S A





