Kutip.id, Kutai Kartanegara – Pencarian terhadap seorang pengepul besi bernama I (67) yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Mahakam, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, masih terus dilakukan hingga Kamis (6/11/2025). Korban diduga tenggelam setelah berusaha mengambil perahunya yang hanyut terbawa arus deras.
Menurut keterangan Bhabinkamtibmas Desa Sepakat, Aiptu Budi Santoso, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu korban sedang mengumpulkan besi tua di atas ponton yang berlabuh di Sungai Mahakam. Ketika tali pengikat perahunya terlepas, korban melompat ke sungai untuk mengejarnya, namun diduga terseret arus hingga masuk ke bawah ponton.
“Korban sempat berusaha berenang mengejar perahu, tapi arus sungai sangat deras dan ia tersedot ke bawah ponton,” ungkap Aiptu Budi.
Keluarga korban baru menerima kabar hilangnya I pada dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Sejak itu, BPBD Kutai Kartanegara, Basarnas Samarinda, Disdamkarmatan Kukar, serta sejumlah relawan warga langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Menurut keterangan Melinda Sari, keponakan korban, perahu milik pamannya telah ditemukan di wilayah Loa Janan. Namun hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui.
“Pihak BPBD dan Basarnas sudah di lapangan. Kami berharap paman bisa ditemukan, semoga dalam keadaan selamat,” ujarnya penuh harap.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pencarian tetap dilanjutkan hingga malam hari dengan metode penyisiran permukaan dan “merawai” menggunakan puluhan mata pancing besar.
“Kami tetap berhati-hati karena air sedang naik dan arus sangat deras,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Mardi Sianturi, mengungkapkan bahwa tim gabungan sudah memulai pencarian sejak Kamis pagi, menyisir area sejauh 3 kilometer ke arah hilir menggunakan empat unit perahu karet dua milik BPBD, satu dari Basarnas, dan satu dari Disdamkarmatan Kukar.
“Kendala terbesar adalah arus sungai yang deras, sehingga penyelaman belum bisa dilakukan. Kami tetap berupaya menyisir permukaan sambil memantau situasi di bawah air,” tutur Mardi.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar mengutamakan keselamatan dalam proses pencarian, mengingat kondisi sungai yang berisiko tinggi. Selain itu, ia menghimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Mahakam agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Informasi dari warga sangat membantu kami dalam mempercepat proses evakuasi,” tegasnya.
Cuaca buruk turut memperlambat pencarian hari kedua ini. Hujan deras yang turun pada pukul 14.54 WITA membuat jarak pandang dan pergerakan tim menjadi terbatas. Meski begitu, tim SAR gabungan tetap memperluas area pencarian hingga ke arah Jembayan, sekitar dua kilometer dari titik awal.
Operasi pencarian akan berlangsung selama tujuh hari sesuai SOP Basarnas berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
“Keselamatan tim penyelamat tetap prioritas utama. Kondisi arus di wilayah Loa Kulu sangat kuat, jadi kami fokus pada pencarian di permukaan dan pengawasan jalur tepi sungai,” pungkas Mardi.
(Ysa)





