Prabowo Pulang dari Arab Saudi Bawa Komitmen Investasi Jumbo Rp 437 Triliun

No comments

Kutip.id – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Arab Saudi menghasilkan kesepakatan bisnis bernilai fantastis. Dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), Prabowo berhasil membawa pulang komitmen kerja sama sektor swasta senilai US\$ 27 miliar atau sekitar Rp 437 triliun (kurs Rp 16.200).

Pertemuan bilateral tingkat tinggi yang berlangsung di Istana Al-Salam, Jeddah, itu mencakup penandatanganan berbagai nota kesepahaman di bidang energi bersih, petrokimia, hingga layanan bahan bakar penerbangan. Kedua negara menyambut baik penguatan kerja sama tersebut sebagai bagian dari kemitraan strategis jangka panjang.

“Selama kunjungan ini, sejumlah kesepakatan dan MoU ditandatangani antara sektor swasta dari kedua negara, mencakup berbagai sektor prioritas,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis Kamis (3/7/2025).

Tak hanya membahas bisnis swasta, Prabowo dan MBS juga sepakat memperkuat hubungan investasi di sektor-sektor strategis seperti energi, keuangan, pertambangan, logistik, pertanian, pariwisata, dan teknologi hijau. Kolaborasi ini sejalan dengan visi jangka panjang kedua negara: *Saudi Vision 2030* dan *Indonesia Emas 2045*.

Keduanya menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memperbaiki regulasi, menyelaraskan kebijakan pembangunan, serta memberikan insentif untuk mendukung arus investasi masuk yang lebih besar ke masing-masing negara.

Tak hanya itu, sinyal positif juga datang dari upaya finalisasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), yang mencakup Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

“Presiden dan Putra Mahkota menyambut baik progres negosiasi FTA Indonesia–GCC dan berharap perjanjian ini dapat segera dituntaskan,” tulis keterangan resmi.

Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi mencapai US\$ 31,5 miliar. Arab Saudi saat ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Teluk.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk memperluas volume perdagangan, mendorong pertemuan antarpelaku usaha, serta menyelenggarakan forum dagang melalui Dewan Bisnis Saudi–Indonesia untuk memaksimalkan potensi ekonomi yang ada.

Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) mencatat bahwa rampungnya FTA Indonesia–GCC diperkirakan dapat mendongkrak ekspor produk unggulan Indonesia seperti elektronik, kulit, logam, hingga barang manufaktur hingga lebih dari 25%.

Saat ini, komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia ke GCC antara lain mobil, CPO, perhiasan, kapal, dan kertas. Sementara dari sisi impor, Indonesia mendatangkan baja, aluminium, polimer, belerang, serta alkohol industri dari kawasan tersebut.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7994867/prabowo-bawa-oleh-oleh-rp-437-t-usai-bertemu-pangeran-mbs

Penulis: Yusuf S A

Also Read

Bagikan: