Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemiskinan dan Pengangguran Turun ke Rekor Terendah, Program Sosial Terus Diperluas

No comments

Kutip.id, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat capaian sosial-ekonomi yang signifikan dalam satu tahun pertama kepemimpinannya. Berdasarkan riset terbaru NEXT Indonesia Center bertajuk “Mengubah Indonesia”, berbagai kebijakan prorakyat yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata, terutama dalam penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh NEXT menunjukkan tingkat kemiskinan nasional per Maret 2025 berada di 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah Indonesia. Angka tersebut setara dengan penurunan 1,37 juta jiwa, sehingga total penduduk miskin kini mencapai sekitar 23,85 juta orang.

“Penurunan kemiskinan ini menjadi yang paling signifikan dalam tiga dekade terakhir. Pencapaian ini memperlihatkan dampak nyata dari kebijakan sosial dan ekonomi yang dijalankan pemerintah,” tulis laporan tersebut, dikutip Senin (20/10/2025).

Penurunan paling tajam terjadi di wilayah perdesaan, dari 11,34 persen menjadi 11,03 persen. Sementara di perkotaan, angka kemiskinan sempat naik tipis akibat tekanan harga pangan, namun secara nasional tren tetap menurun berkat program bantuan langsung, peningkatan produktivitas pertanian, dan penguatan koperasi desa.

Pengangguran Terendah Sejak 1995

Selain menekan kemiskinan, riset NEXT juga mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 turun ke 4,76 persen, level terendah sejak 1995. Dari total 153,05 juta angkatan kerja, sebanyak 145,77 juta orang telah bekerja.

“Korelasi antara penurunan kemiskinan dan pengangguran menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendorong lapangan kerja produktif,” tulis laporan tersebut.

Salah satu faktor pendukung capaian itu adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional, dan telah menjangkau 31,2 juta anak di seluruh Indonesia. Program ini tak hanya membantu ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menekan beban pengeluaran rumah tangga miskin.

Di bidang pendidikan, pemerintah telah membuka 165 Sekolah Rakyat yang menampung lebih dari 15 ribu siswa dari keluarga prasejahtera. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 100 sekolah baru setiap tahun, terutama di wilayah tertinggal dan perbatasan.

Ekonomi Desa dan Layanan Kesehatan Meningkat

Pemerintah juga memperkuat perekonomian desa melalui pendirian 83.132 Koperasi Desa Merah Putih yang kini memiliki lebih dari 1 juta anggota aktif. Sementara di sektor kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 46,2 juta warga di 38 provinsi, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, program bantuan sosial pangan beras kembali digulirkan pada Oktober–November 2025, menyasar 18,27 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp7 triliun. Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi, meminta pemerintah daerah turut memastikan ketepatan sasaran.

“Kami ingin data penerima benar-benar akurat. Pemerintah daerah harus aktif memverifikasi agar bantuan tepat sasaran,” ujar Arief, Jumat (19/9/2025).

Penyaluran tahap sebelumnya pada Juni–Juli 2025 telah mencapai 99,44 persen dari total target 365,5 ribu ton beras, dengan dampak nyata terhadap pengendalian inflasi. Inflasi beras yang sempat menyentuh 1,35 persen di Juli berhasil ditekan menjadi 0,73 persen pada Agustus 2025.

Arief menegaskan, Komisi IV DPR RI juga kembali dilibatkan dalam pengawasan penyaluran bansos sebagai bentuk check and balance agar proses berlangsung transparan.

Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai menjadi periode awal yang mencatat kemajuan nyata dalam pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, dan perluasan jaminan sosial. Riset NEXT Indonesia menyimpulkan,

“Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpeluang memasuki era kesejahteraan baru dengan fondasi sosial-ekonomi yang lebih kuat dari sebelumnya.”

Also Read

Bagikan: