Prabowo Tegas Balas Kritik: Program Makan Bergizi Gratis Terbukti Berhasil dan Diakui Dunia

No comments
Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Senin (10/2/2025). (Biro Pers Kepresidenan).

Kutip.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menjadi sorotan publik. Dalam Sidang Kabinet Paripurna Satu Tahun Pemerintahan, di Istana Negara, Senin (20/10/2025), Prabowo menegaskan bahwa program MBG justru membawa hasil positif nyata bagi rakyat Indonesia, meski sempat dicibir dan ditertawakan banyak pihak.

“Dulu waktu saya meluncurkan program MBG, banyak yang menertawakan, menyindir, bahkan sampai sekarang masih ada yang bilang program ini tidak berguna atau berisiko bagi negara. Tapi kita buktikan dengan data dan bukti ilmiah,” ujar Prabowo tegas.

Menurut data yang ia paparkan, tingkat keberhasilan program MBG mencapai 99,99 persen, dengan total 1,4 miliar porsi makanan telah dibagikan kepada 36,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia sejak dimulai pada Januari 2025. Meski sempat ditemukan kasus keracunan dan sakit perut, jumlahnya sangat kecil, hanya sekitar 0,0007 persen dari total porsi yang dibagikan.

“Kalau dihitung, sekitar delapan ribu anak memang sempat sakit, tapi dari 1,4 miliar porsi yang sudah dibagikan, angka itu masih dalam batas wajar dan manusiawi,” jelas Prabowo.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperbaiki sistem agar pelaksanaan di lapangan semakin aman dan efisien.

Dari sisi ekonomi, Prabowo juga menyoroti dampak besar yang ditimbulkan program MBG. Hingga kini, program tersebut telah membuka 1 juta lapangan pekerjaan baru melalui 30.000 dapur layanan gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Ia memperkirakan jumlah pekerja akan meningkat menjadi 1,5 juta orang pada tahun depan. Selain itu, setiap dapur MBG juga melibatkan sekitar 15 pemasok bahan pangan lokal, yang turut menggerakkan ekonomi daerah.

“Dampak ekonominya luar biasa. Berdasarkan laporan Rockefeller Institute, setiap 1 dolar yang dikeluarkan untuk MBG memberi dampak ekonomi antara 5 hingga 37 dolar. Dunia mengakui bahwa program ini punya multiplier effect besar,” ungkap Prabowo.

Sebelumnya, dalam acara Wisuda Sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Prabowo juga menyinggung pihak-pihak yang terus meremehkan MBG. Ia membandingkan capaian Indonesia dengan Brasil, negara yang lebih dulu menerapkan program serupa.

“Kita mampu menjangkau 36 juta penerima manfaat hanya dalam satu tahun, sedangkan Brasil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Tapi tetap saja ada yang mencibir,” ujarnya dengan nada heran.

Prabowo menegaskan bahwa kritik boleh saja disampaikan, namun seharusnya dibarengi dengan solusi, bukan hanya ejekan.

“Selalu ada yang merasa paling pintar, selalu menyoroti kekurangan kecil tanpa melihat manfaat besar bagi rakyat. Padahal ini program untuk anak-anak kita, untuk masa depan bangsa,” tutupnya.

Dengan data dan pengakuan internasional yang terus menguat, program Makan Bergizi Gratis kini bukan sekadar janji politik, melainkan salah satu tonggak penting dalam upaya pemerintah membangun generasi sehat dan produktif di seluruh Indonesia. (Ysa)

Also Read

Bagikan: