Kutip.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau lokasi banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut). Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Saya ingin menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban. Presiden telah meminta saya dan Wamen untuk mempercepat penanganan bencana ini,” ujar Gibran saat berada di Posko Darurat Bencana Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Wakil Gubernur Sumut, Surya, Jumat (5/12/2025).
Pemerintah pusat, kata Gibran, berkomitmen memperbaiki fasilitas publik yang rusak diterjang banjir bandang maupun longsor. Ia menegaskan bahwa percepatan pemulihan harus dilakukan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut hingga Rabu (3/12/2025) menunjukkan bahwa bencana ini menimbulkan 307 korban meninggal dunia, 167 orang hilang, dan 41.952 warga masih mengungsi. Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor melanda sedikitnya 17 daerah, termasuk Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Medan, Deli Serdang, Nias, dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Dalam arahannya, Gibran meminta pemerintah kabupaten/kota memastikan layanan posko dan kebutuhan pengungsi berjalan dengan baik.
“Saya meminta posko bantuan dan pelayanan pengungsi benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Kunjungan Wapres meliputi dua titik bencana di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Ia menyapa warga di Posko Darurat Bencana Desa Batu Hula posko terbesar dengan sekitar 1.300 pengungsi dari lima desa serta meninjau kerusakan jalan dan jembatan di Desa Garoga. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumut juga menyerahkan bantuan berupa makanan, perlengkapan anak, dan kebutuhan pengungsi lainnya.
Sebelumnya, pada Kamis (4/12/2025), Gibran meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia mendengarkan keluhan warga secara langsung di posko BNPB dan memastikan seluruh masukan akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Gibran menekankan instruksi presiden agar penanganan difokuskan pada kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan anak-anak.
“Tenda pengungsian, makanan tiga kali sehari, air bersih semua harus terjamin. Kelompok rentan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan percepatan distribusi bantuan logistik maupun perbaikan infrastruktur dasar.
“Logistik akan dipercepat melalui darat, udara, dan laut. Perbaikan komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, dan jalan juga segera dilakukan agar bantuan dan BBM bisa kembali lancar,” katanya.
Gibran memastikan dirinya akan terus memantau perkembangan di lapangan hingga masa pemulihan tuntas. Usai dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara, kunjungannya berlanjut ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.
“Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi untuk mempercepat pemulihan. Bapak-Ibu tidak sendiri. Kami akan terus turun ke lapangan,” pungkasnya.





